Lekukan Japen Lapan-Lapin, Sebuah “Kerinduan Yang Mendalam”.

Lekukan Japen Lapan-Lapin, Sebuah “Kerinduan Yang Mendalam”.

Palangka Raya – Lekukan sebuah tarian kontemporer Japen Lapan-Lapin menceritakan sebuah “kerinduan” seseorang akan kehidupan yang dijalani semasa hidupnya terutama dikalangan seniman.

Itulah penampilan malam ke enpat atau terakhir selama acara Central Kalimantan Careografer dan Metting Art Summit (CKCMS) yang berlangsung di Taman Budaya Mini Palangka Raya, Jum’at (24/7/2026).

Acara diawali penyerahan Piagam Penghargaan bagi 10 seniman yan dinilai berprestasi di ajang tersebut, serta 8 bagi kareografer yang tampil di agenda tersebut.

Sedangkan penampilan Tari Japen, Lapan dan Lapin sebutan seniman Kotawaringin, khususnya Sukamara ditandai kemunculan pemusik debus, dengab memainkan dawai khasnya.

Lapan-Lapin diinisiasi kareografer muda berbakat Abib Habibi Igal, yang menngeluti dunia tari sejak masih belia.

Dia berkostum serba putih, mengungkapkan, Lapan-Lapin bukan tarian biasa, tapi mengisahkan identitas dan sejarah yang terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kotawaringin.

Baca Juga :  Di Kalteng, Baru 40 Persen Tenaga Kerja Terkaper Perlindungan BPJS.

Dengan melibatkan belasan penari, mereka bergerah nyaris sesukanya menggapai mimpi, seperti melukis seolah tanpa rupa menggunakan tangan, bahkan kaki.

Mereka mengoles cat aneka warna ke kain putih yang terpampang sebelumnya, hingga 45 menit berakhir tenggat waktu yang diberikan. Tepuk tangan dan suitan desah kagum dari peonton.

Usai acara kepada awak media Kepala UPT.Taman Budaya Wildae mengungkapkan kekagumannya atas penampilan luar biasa Lapan-Lapin.

Terselenggaranya Pesta Budaya Kalimantan Tengah tersebut berkat dukungan sejumlah sanggar seni di daerah ini dan dari luar. Juga berkat dukungan Kementrian Kebudayaan, dana abadi kebudayaan, serta Pounder Yayasan Tari Indonesia.

Harapannya melalui acara dan tampilnya Lapan-Lapin, mumunculkan lahirnya seniman muda berkat di Kalteng.(drt).