Agustiar dan Edy Pratowo Pilih Temui Pers, Aksi Masa Nyaris Jebol Pagar Kantor Gubernur.
Palangka Raya – Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan, yang terdiri dari ratusan nahasiswa nyeruduk gerbang kantor Gubernur, menuntut kejelasan penanganan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian parah.
Ketegangan tak terelakkan di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan G. Obos, Palangka Raya, Senin (31/8/2026) sore ini.
Unjuk rasa berlsngsung sejak siang itu awalnya berjalan tertib. Tapi suasana berubah panas begitu massa mengetahui Gubernur Agustiar Sabran tak kunjung menemui mereka hingga sore hari.
Gubernur lebih memilih memberikan keterangan pers terkait penanganan karhutla bersama Wagub Edy Pratowo, Sekda Linae Victoria Aden dan Kadishut Kalteng Agustan Saining.
Akibatnya, aksi mahasiswa tersebut nyaris tidak terpantau insan pers, lantaran hampir seluruhnya di Istana Isen Mulang mendengar paparan Gubernur.
Hasil pemantauan, aksi diwarnai teriakan dan yel-yel, sejumlah mahasiswa nekat memanjat pagar besi setinggi lebih dari dua meter.
Sementara ratusan lainnya mendorong-dorong gerbang hingga nyaris roboh, diadang barisan petugas Satpol PP dan kepolisian yang berjaga ketat.

Kaban Kesbangpol Rus’an sempat menemui pengunjuk rasa, namun masa tak puas, mereka hanya ingin berdialog dengan Gubernur.
Salah satu tuntutan mereka mendesak Pemerintah Daerah segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan, yang kian parah.
Dan bila Pemerintah Daerah tak mampu, mereka minta Gubernur mundur sebagai Gubernur bersama Wakilnya Edy Pratowo.(drt).

