Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Temui Demo Damai Tolak Pemilihan Kepala Daerah Melalui Dewan.
Palangka Raya – Usai memimpin Sidang Paripurna, Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah Junaidi gerak cepat temui aksi demo damai di Gedung DPRD Kalteng, Rabu (14/1/2026).
Aksi demo bertujuan menyampaikan aspirasi generasi muda, dan kaum intelektual lainnya menolak wacana pemilihan kepala daerah kembali melalui Dewan Perwakilan Rakyat daerah.
Alasan dikembalikannya pemilihan kepala daerah lembaga wakil rakyat, karena pemilihan langsung sangat mahal, baik bagi penyelenggara bersama Pemerintah, maupun para kandidat yang maju bertarung.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa bernama Arpandi dari GMNI menyatakan, pilguv dan pilbup melalui dewan selain langkah mudur demokrasi, juga tak ada wakil rakyat yang mereka percaya.
Wakil Ketua Dewan Junaidi saat berdialog dengan mahasiswa menyatakan, secara pribadi ia sangat mendukung dan siap menampung bahkan meneruskannya ke pusat.

Foto Demo Damai Tolak Pemilihan Kepala Daerah Melalui Dewan.
“Pasalnya wacana dan keputusanya semua di pusat. Kalau kami secara pribadi lebih memilih desentralisasi, seperti yang kami perjuangkan era tahun 1990 an dulu” ucapnya.
Kepada pendemo, Junaidi menyatakan terimakasih atas penyampaian aspirasi yang disampaikan kepada pihaknya.
“Silakan demo asalkan jangan anarkis agar tetap di haegai, kapan perlu tiap bulan, disini tempat kita berdiskusi” pabgkas politisi Partai Demokrat itu.
Diingatkan bagi mahassiswa pendemo hrs ada solusinya, sehingga predikatnya maha dapat dipertahankan.
Di kehui, secara serentak demo serupa di 78 wilayah lakukan demo, terhadap wacana pemilu lewat DPRD.
Hadir mendampingi Junaidi, Ampera Y.Mabes yang mengaku pihaknya ada strukrural, ini akan disampaikan ke pusat. “Yang buat aturan itu dilakukan Dewan Pusat” ujarnya. (drt)

