Sekum Gerdayak Kalteng : Utama Fokus Pembangunan Pemerintah Tak Boleh Terpengaruh Opini Publik.

Sekum Gerdayak Kalteng : Utama Fokus Pembangunan Pemerintah Tak Boleh Terpengaruh Opini Publik.

PALANGKA RAYA. Cakrawalapedia.com – Dinamika politik dan berbagai isu yang berkembang di ruang publik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai tetap fokus menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Penilaian itu diungkapkan Sekretaris Umum Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kalteng, Ahmada Dahlan, Rabu (2/9/2026). Diakuinya persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), peningkatan kualitas pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat, harus menjadi perhatian utama pemerintah.

Menurutnya, upaya menggiring opini publik ke ranah domestik dan kehidupan pribadi pejabat dinilai tidak produktif bagi pembangunan daerah.

“Di tengah dinamika politik daerah, fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran tetap teguh pada pelayanan rakyat.

Dikemukakannya, masalah riil seperti penanganan Karhutla serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan adalah prioritas utama yang sedang dikerjakan secara nyata di lapangan,” kata Ahmada, Rabu (2/9/2026).

Ia menilai seorang kepala daerah seharusnya dinilai berdasarkan efektivitas kebijakan dan kinerjanya dalam menjalankan pemerintahan, bukan berdasarkan rumor di media sosial yang belum terverifikasi.

Ahmada juga mengapresiasi sikap Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang dinilainya menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi polemik yang berkembang di ruang publik.

Menurutnya, sikap tersebut tercermin dari imbauan agar masyarakat tidak memperbesar polemik yang berkembang di media sosial, tetapi menjadikannya sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah dan instansi terkait.

Baca Juga :  Dandim 1016/Palangka Raya Dampingi Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih

“Gubernur telah menunjukkan sikap ksatria dan kedewasaan politik yang tinggi dengan meminta publik untuk tidak membesar-besarkan polemik di media sosial, melainkan mengambil hikmah sebagai bahan evaluasi internal instansi pemerintah,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah daerah juga terus memperkuat sinergi dengan TNI dan Polri dalam menghadapi persoalan Karhutla dan kabut asap, termasuk melalui penguatan posko kesehatan serta Media Center.

“Kritik masyarakat didengar dengan lapang dada, dan pemerintah daerah langsung bergerak cepat memperkuat sinergi dengan TNI-Polri untuk menangani kabut asap melalui pembentukan posko kesehatan dan Media Center. Sikap tanggap dan fokus bekerja untuk rakyat ini membuktikan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan solid demi kepentingan Kalimantan Tengah,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmada menyayangkan adanya narasi yang menurutnya berpotensi mengarah pada pembunuhan karakter (character assassination) dengan memanfaatkan rumor atau isu masa lalu yang belum terbukti kebenarannya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar secara viral di media sosial, terutama informasi yang tidak disertai konfirmasi dan sumber resmi.

“Politik daerah yang sehat seharusnya diisi oleh adu gagasan pembangunan, bukan dengan mengeksploitasi kehidupan privat demi menjatuhkan legitimasi politik seorang kepala daerah yang dipilih secara sah oleh rakyat,” tukasnya.(red).