Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Nomor Dua di Dunia.
Cirebon, Cakrawala Pedia – Inilah fakta yang harus disikapi bersama oleh Pemerintah, politisi, akademisi, dan pihak terkait lainnnya, di balik geliat ekonomi yang terus tumbuh, Indonesia menghadapi catatan krusial dari Bank Dunia pada tahun 2025.
Indonesia tercatat menempati urutan kedua di dunia dalam jumlah penduduk miskin menurut garis kemiskinan internasional yang dirilis World Bank 2025.
Data tersebut dilansir RRI.co.id, Rabu (14/1/2026) menunjukkan besarnya tantangan kemiskinan di Indonesia ketika dibandingkan dengan standar global meskipun negara ini sudah berstatus berpendapatan menengah atas.
Lonjakan peringkat ini sebagian besar dipengaruhi oleh penyesuaian standar garis kemiskinan internasional yang diterapkan World Bank untuk mencerminkan biaya hidup global saat ini.
Bagi Indonesia, posisi ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang sebelumnya berada di kategori “hampir miskin” kini jatuh ke bawah garis kemiskinan akibat inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Statistik ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari daya beli masyarakat yang sedang diuji di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan mempercepat pemerataan pembangunan. Meski program bantuan sosial terus berjalan, laporan ini menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi kunci utama agar penduduk yang berada di garis kemiskinan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri. Ke depan, koordinasi lintas sektor menjadi harga mati untuk mengubah posisi ini di tahun-tahun mendatang.
Transformasi ekonomi yang sedang diupayakan perlu lebih inklusif agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok, tetapi juga mampu mengangkat jutaan warga dari jerat kemiskinan.
Data World Bank 2025 ini menjadi sinyal kuat bahwa perjalanan menuju kesejahteraan merata bagi seluruh rakyat Indonesia masih memerlukan kerja keras yang lebih terukur.
World Bank menggunakan standar yang disesuaikan dengan biaya hidup dan kesejahteraan di berbagai negara, sehingga sebagian besar penduduk Indonesia termasuk dalam kategori miskin versi global.
Posisi ini menjadi sorotan dunia karena menggambarkan kondisi sosial ekonomi yang masih harus dibenahi oleh pemerintah dan masyarakat, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah, bagaimana.(Red/ist).

