DARI DULU JOKOWI SELALU MAAFKAN LAWAN POLITIKNYA

DARI DULU JOKOWI SELALU MAAFKAN LAWAN POLITIKNYA

Cakrawala Pedia – Dari dulu, Joko Widodo atau Jokowi selalu dikenal dengan sikap magnanimous-nya terhadap lawan politik. Bukan pemimpin yang pendendam, Jokowi justru memilih jalan memaafkan dan merangkul, bahkan di tengah pertarungan sengit. Sikap ini bukan sekadar strategi, melainkan prinsip hidup yang ia pegang teguh sejak awal karier politiknya.

Contoh pertama terlihat saat Pilkada Solo 2005. Jokowi, yang saat itu masih “orang baru”, berhadapan dengan petahana pelopor PDIP, Slamet Suryanto. Meski kampanye panas, setelah menang, Jokowi langsung undang lawannya bergabung membangun kota. “Kita satu tim sekarang,” katanya, membuka pintu rekonsiliasi tanpa syarat.

Puncaknya di Pilpres 2014 melawan Prabowo Subianto. Prabowo sempat unggul, tapi kekalahan tipis memicu tudingan kecurangan. Jokowi tak balas dendam; ia maafkan Prabowo dan ajak gabung kabinet sebagai Menteri Pertahanan. “Kita lupakan masa lalu, fokus bangun Indonesia,” ujar Jokowi saat itu. Prabowo pun jadi sekutu setia hingga kini.

Baca Juga :  Di Tutup Plt.Sekda Kalteng Open Turnamen Catur Gubernur Cup.

Pilpres 2019 tak berbeda. Meski Prabowo kalah lagi dan demo besar-besaran meletus dengan tuduhan makar, Jokowi tetap tegar memaafkan. Ia undang Prabowo ke Istana, peluk hangat, dan beri posisi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Bahkan di 2024, ketika isu politik memanas soal cawapres, Jokowi pertahankan hubungan baik, buktikan maafnya tulus.

Tak hanya Prabowo, Jokowi maafkan banyak figur lain, seperti Amien Rais atau Rocky Gerung yang kerap kritik pedas. Responsnya? Dialog, bukan blokir. Saat pandemi atau UU Cipta Kerja dikecam oposisi, ia buka ruang diskusi. Sikap ini ciptakan politik inklusif, di mana musuh kemarin bisa jadi mitra hari ini.

Legacy Jokowi ajarkan bahwa memaafkan lawan politik bukan kelemahan, tapi kekuatan. Ia buktikan, dengan hati besar, bangsa bisa bersatu maju. Dari dulu hingga kini, Jokowi tetap pemimpin yang memaafkan demi kebaikan bersama.

 

Sumber : satu Indonesia