Catat Laba Bersih Rp 368 Milyar, Bank Kalteng Bagikan Dividen.

Catat Laba Bersih Rp 368 Milyar, Bank Kalteng Bagikan Dividen.

Palangka Raya – Bank Kalteng menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST Tahun Buku 2025 dan mencatat laba bersih Rp 358 milyar, di Palangka Raya, Jumat (23/5/2026).

Dalam RUPST ini, para pemegang saham juga menyepakati pembagian dividen atas laba bersih Tahun Buku 2025 sebesar 50 persen atau senilai Rp184,2 miliar yang dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan komposisi jumlah lembar saham masing-masing.

Pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 dihadiri seluruh kepala daerah di Kalimantan Tengah selaku pemegang saham PT Bank Kalteng.

Menurut Dirut Maslipansyah, RUPST Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi Bank Kalteng untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada para pemegang saham.

Dirut menhaku bersyukur atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan, sehingga Bank Kalteng dapat terus tumbuh secara sehat, prudent dan memberi nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah serta masyarakat Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran selaku Pemegang Saham Pengendali mengapresiasi kehadiran para bupati dan wali kota, mencerminkan semangat kebersamaan, komitmen dan kepedulian bersama dalam mendukung penguatan serta pengembangan Bank Kalteng ke depan.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran.Siapkan Bansos 36 KK Korban Kebakaran Pahandut Seberang.

Seluruh Pemegang Saham memberikan apresiasi atas pencapaian kinerja pengurus dalam mengelola Bank Kalteng dan menerima Laporan Pertanggungjawaban Direksi serta Laporan Pengawasan Dekom atas pengelolaan perseroan untuk Tahun Buku 2025.

Adapun secara umum kinerja Bank Kalteng selama tahun 2025 mencatatkan kinerja keuangan positif yang ditunjukan dengan laba bersih Bank Kalteng tercatat sebesar Rp 368 miliar, meningkat signifikan dibanding 2024 sebesar Rp321 miliar atau tumbuh 14,76 persen.

Dari sisi aset, total aset Bank Kalteng juga tumbuh dari sekitar Rp16,8 triliun pada 2024 menjadi Rp20,4 triliun pada 2025 atau meningkat sekitar 21,46 persen.

Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga atau DPK dari Rp10,7 triliun menjadi Rp13,8 triliun, serta penyaluran kredit yang naik dari Rp10,7 triliun menjadi Rp11,7 triliun.(drt/ist).