Hadapi Karhutla, Gubernur Kerahkan 10.700 Personil.

Hadapi Karhutla, Gubernur Kerahkan 10.700 Personil.

Palangka Raya – Dalam upaya serius menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi akan meningkat,Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan seluruh personel dan memaksimalkan keterlibatan partisipasi masyarakat,khususnya relawan, sesuai rilis MMC Kominfosantik Kalteng, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan analisis data kesiapan personel tahun 2026 yang dihimpun dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, total personel gabungan dari unsur Pemerintah Provinsi, BPBD, Dinas Kehutanan, DLH, TNI, Polri, serta relawan yang siap diterjunkan mencapai 10.700 orang.

Dari jumlah tersebut, partisipasi aktif masyarakat sangat krusial,di mana lebih dari 5.300 orang di antaranya merupakan relawan yang tergabung dalam berbagai organisasi, seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Balakar, dan Redkar.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa keterlibatan relawan dalam jumlah besar ini adalah kunci untuk memaksimalkan pemadaman dini.

Sebagai landasan hukum dan untuk memastikan pergerakan sumber daya secara optimal, Gubernur Kalimantan Tengah secara resmi telah mengeluarkan keputusan penting dengan menetapkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026, tertanggal 31 Agustus 2026, tentang penetapan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026.

Baca Juga :  Tahun 2025 Kalteng Kembali Toreh Prestasi WTP dari BPK RI.

Keputusan ini memberikan wewenang dan komando yang lebih jelas dalam pengerahan personel dan logistik,mempercepat proses administrasi darurat, serta memperkuat koordinasi antara posko utama, unit taktis di lapangan, dan tim relawan.

Dengan kekuatan personel gabungan yang mencapai 10.700 orang dan didukung penuh oleh relawan serta Keputusan Status Tanggap Darurat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimis dapat meminimalisir luasan lahan yang terbakar dan mencegah terjadinya bencana asap. Masyarakat juga diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla di lingkungan masing-masing.

Saat pimpin Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla di Halaman Istana Isen Mulang, Senin (31/8/2026), yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) dan relawan, Gubernur meminta untuk memperkuat tim penanganan di lapangan dengan tetap berada dalam satu komando bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD dan unsur terkait.

“Pastikan personel kita siap dan memahami tugas, memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai, serta dalam koordinasi yang jelas. Pastikan mereka semua terlindungi,” pungkasnya.(drt/mc).