Bulan Desember 2025, Kalteng Alami Inflasi 1,04 Persen.

Bulan Desember 2025, Kalteng Alami Inflasi 1,04 Persen.

Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat terjadinya inflasi secara bulanan (month-to-month) pada Desember 2025 sebesar 1,04 persen.

Kepala BPS Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti dalam rilis bulanan, Senin (5/1/2026) menjelaskan secara umum IHK Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dari 108,85 pada November 2025 menjadi 109,98 pada Desember 2025.

Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan pada akhir tahun, karena.beberapa faktor penyebab diantaranya

“Pada Desember 2025, Kalimantan Tengah mengalami inflasi month-to-month sebesar 1,04 persen. Peningkatan ini tercermin dari naiknya Indeks Harga Konsumen dari 108,85 pada November 2025 menjadi 109,98 pada Desember 2025,” ujar Agnes.

Adapun kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan di Kalimantan Tengah, dengan andil sebesar 0,91 persen terhadap inflasi month-to-month Desember 2025.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 0,91 persen,”

Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month antara lain cabai rawit dengan andil 0,18 persen, daging ayam ras 0,16 persen, bawang merah 0,16 persen, beras 0,12 persen, serta ikan gabus 0,09 persen.

Selain inflasi bulanan, BPS juga mencatat inflasi secara tahunan (year-on-year) di Kalimantan Tengah yang tercatat sebesar 3,13 persen pada Desember 2025. Angka inflasi year-on-year ini sejalan dengan inflasi year-to-date yang juga tercatat sebesar 3,13 persen.

Agnes menjelaskan bahwa secara year-on-year, kelompok makanan, minuman dan tembakau berkontribusi inflasi sebesar 1,59 persen terhadap inflasi tahunan.

“Secara year-on-year, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 1,59 persen,”

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Saat Bukber Golkar, Keterbatasan Anggaran Tidak Halangi Persatuan.

“Komoditas yang memberikan andil signifikan terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan sebesar 0,66 persen, beras 0,22 persen, cabai rawit 0,18 persen, sigaret kretek mesin 0,16 persen, serta bawang merah 0,14 persen,” ungkap Agnes lebih dalam lagi.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di empat kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah, seluruh wilayah tercatat mengalami inflasi baik secara month-to-month maupun year-on-year pada Desember 2025.

“Seluruh kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah tercatat mengalami inflasi baik secara bulanan maupun tahunan,”

“Komoditas emas perhiasan dan cabai rawit juga menjadi komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan di seluruh kabupaten/kota IHK,” kata Agnes.

Diungkapkan inflasi pada Desember 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang terjadi secara bersamaan.

Salah satunya adalah meningkatnya permintaan masyarakat pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang secara tradisional mendorong kenaikan harga berbagai komoditas kebutuhan.

Disisi lain adanya peringatan Haul Guru Sekumpul turut memberikan dampak terhadap pasokan barang di Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan sejumlah komoditas dari Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi salah satu daerah pemasok utama.

Faktor lain yang memengaruhi inflasi adalah tingginya curah hujan yang terjadi pada Desember 2025. Sehingga menurunnya hasil produksi cabai rawit serta berkurangnya hasil tangkapan ikan, sehingga mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Naiknya permintaan pada momen Nataru, berkurangnya pasokan akibat peringatan Haul Guru Sekumpul, serta tingginya curah hujan yang menurunkan hasil produksi cabai rawit dan hasil tangkapan ikan menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi Desember 2025 di Kalimantan Tengah,” tutup Agnes.(drt).